Alter Ego (AE) mengalami perjalanan dramatis dalam turnamen M7 World Championship Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) yang digelar pada hari Minggu, 25 Januari 2026. Tim ini harus merelakan piala juara jatuh ke tangan tim Aurora Gaming dari Filipina setelah melalui laga yang penuh ketegangan dan kejutan.
Pertandingan yang berlangsung dalam format best of 7 (BO7) menunjukkan dominasi Aurora Gaming PH dengan skor akhir 4-0. Meskipun Alter Ego diperkuat oleh pemain-pemain andalan seperti Nino, Arfy, Alekk, Hijumee, dan Yazukee serta strategi handal dari coach Xepher, mereka tak mampu mengatasi permainan disiplin yang ditunjukkan oleh lawan.
Saluran strategi yang diterapkan oleh Aurora Gaming PH adalah kunci kesuksesan mereka. Penggunaan pola permainan yang rapi dan tenang tak hanya membingungkan Alter Ego, tetapi juga menghilangkan kesempatan mereka untuk beraksi dengan agresif. Tim asal Filipina ini terbukti sangat siap menghadapi segala gaya permainan lawan.
Setiap game queuing dari Alter Ego, yang sebelumnya sangat efektif, kini mudah terbaca oleh tim Aurora. Jika sebelumnya El Familia mampu tampil cemerlang dalam menghadapi Team Liquid PH dan Selangor Red Giants, kini mereka seolah kehilangan sentuhan saat berhadapan dengan Aurora.
Analisis Pertandingan: Strategi yang Berhasil dan Sebuah Pelajaran
Dari game pertama hingga terakhir, Aurora Gaming PH menguasai tempo permainan. Mereka tidak tergoda untuk membalas serangan agresif Alter Ego, melainkan memilih untuk mengatur strategi yang lebih terencana. Ini menunjukkan bahwa kesabaran dan kedisiplinan dalam gameplay bisa menjadi faktor penentu kemenangan.
Dengan memanfaatkan koordinasi tim yang sangat baik, Aurora berhasil mengeksploitasi kelemahan-kelemahan kecil dari Alter Ego. Setiap kali Alter Ego berusaha untuk mengambil inisiatif, Aurora dapat dengan cepat menanggapi serangan mereka, menimbulkan kerugian yang signifikan bagi tim Indonesia.
Bagi Alter Ego, meski mereka memiliki komposisi hero yang kuat, dalam proses permainan, kombinasi skill dan komunikasi antar-pemain ternyata juga sangat penting. Hal ini menjadi perhatian dalam persiapan mereka untuk turnamen-turnamen mendatang.
Perjalanan Alter Ego dalam Turnamen M7 yang Mengesankan
Walaupun gagal meraih juara, perjuangan Alter Ego di turnamen ini layak mendapat apresiasi. Dikenal sebagai runner-up MPL ID S16, tim ini menampilkan kemampuan luar biasa dengan berhasil mencapai Grand Final. Ini merupakan pencapaian yang tidak bisa dianggap remeh.
Perjalanan mereka ke Grand Final juga penuh dengan momen-momen dramatis. Setelah harus turun ke lower bracket, Alter Ego berhasil bangkit melawan tim-tim tangguh seperti Team Liquid PH dan Selangor Red Giants, yang sudah dikenal sebagai raksasa di skena esports.
Pada momen-momen tersebut, dukungan dari komunitas Alter Champs menjadi sangat terasa. Sorakan dan harapan masyarakat Indonesia untuk melihat tim ini tampil maksimal di panggung dunia membuat atmosfer yang energik sepanjang turnamen.
Kemungkinan Masa Depan: Harapan dan Potensi
Setelah pertandingan ini, banyak penggemar yang berpikir tentang potensi masa depan Alter Ego. Dengan berbagai pengalaman yang diperoleh dari M7, mereka memiliki peluang untuk melakukan evaluasi atas permainan dan strategi tim. Ini adalah waktu yang tepat untuk belajar dan berkembang.
Berinvestasi dalam pelatihan dan pengembangan individu para pemain menjadi langkah penting bagi mereka. Diharapkan tim ini dapat meraih banyak pengalaman berharga dari turnamen internasional, yang bisa diterapkan dalam kompetisi mendatang.
Melihat potensi yang dimiliki oleh Nino dan rekan-rekannya, bisa dikatakan bahwa perjalanan Alter Ego belum akan berakhir di sini. Dengan semangat juang yang tinggi disertai dukungan dari para penggemar, mereka bisa kembali bangkit dan tampil lebih kuat di turnamen lain.
